cover atas

450 Peserta Ramaikan Audisi Mutiara Cardinal

450 Peserta Ramaikan Audisi Mutiara Cardinal

Sebanyak 450 pemain cilik begitu antusias mengikuti ajang pencarian bakat bertajuk Audisi PB Mutiara Cardinal 2020. Mereka berupaya keras untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik agar bisa lolos dan bergabung dengan klub yang lahir di Bandung tanggal 7 Juli 1967 ini.

Para pebulutangkis cilik kelahiran tahun 2005 hingga 2009 itu begitu bersemangat agar kelak lolos audisi. Dari berbagai tes yang dijalani, mereka sangat antusias. Mereka bermimpi agar bisa bergabung bersama klub Mutiara Cardinal untuk mewujudkan impian besarnya menjadi juara di pentas bulutangkis dunia.

Hal ini disampaikan Jose Marcello Lipi, pemain kelahiran 7 Juli 2009. Dia datang dari Palembang untuk mengikuti audisi dengan tujuan agar bisa menjadi juara dunia bulutangkis di masa datang.

“Saya mau menjadi juara, makanya saya ikut audisi ini. Semoga saja bisa diterima di klub Mutiara Cardinal,” tutur Jose.

Pemain lain, Muh. Alhamidi Arifin asal Sidrap, Sulsel, juga ikut audisi. “Saya ikut audisi ini agar nanti bisa menjadi juara bulutangkis,” aku pemain asal klub Bangau Putih, kelahiran 25 Juli 2009 ini.

Selama sepekan pada tanggal 12-18 Januari 2020, Jose, Arifin, dan semua peserta lain mengikuti seleksi yang berlangsung di GOR PB Mutiara Cardinal, Babakan Cibereum 55, Bandung. Di sini pemain menjalani berbagai jenis seleksi. Selain ketrampilan teknis bermain bulutangkis, faktor fisik, kesehatan, dan semangat juang juga dinilai.

Kendati tidaklah sebesar klub lain, Mutiara Cardinal juga terus membina pemain-pemain untuk dicetak menjadi pemain hebat. Layaknya sumber mata air, Mutiara Cardinal mampu melahirkan pemain dari era Tatat Budiman, Christian Hadinata, Atik Jauhari, Imelda Wiguna, Heryanto Saputra, Ivana Lie, Emma Ermawati, Ricky Karanda, Hardianto, Suci Rizki Andini, Tiara Rosalia Nuraidah, Hanna Ramadini, Yulfira Barkah, hingga Gregoria Mariska Tunjung.

Menyangkut, berapa banyak pemain yang akan diterima, Ketua Harian PB Mutiara Cardinal, Sian Sugiarto, tidak bisa memastikan. Sebab, dari tahun ke tahun audisi, jumlah yang diterima selalu berpatokan pada kualias bibit pemain.

Sebagai gambaran, pada tahun lalu, sebanyak 650 peserta mengikuti audisi. Dari jumlah itu akhirnya tersaring 40 pemain. “Tahun lalu, selain pesertanya melimpah, bibitnya juga memang bagus-bagus. Tahun ini, kita tetap berpatokan kepada kualitas,” tutur Sian.

Ditambahkan oleh ketua panitia audisi, Umar Djaidi, setelah melewati berbagai seleksi, pengumuman peserta yang lolos dan masuk dalam tahap karantina akan diumukan pada Sabtu, 19 Januari. (*)

Baca Juga