Kirimkan Berita

BANGKIT ATAU MAKIN TERPURUK

BANGKIT ATAU MAKIN TERPURUK

Catatan: Alfred Templar

Kekalahan Persija dari Barito Putera 1-2 bisa diibaratkan kebangkitan yang tertunda. Sebab, usai kalah dua kali berturut-turut, Macan Kemayoran sempat bangkit dengan mengalahkan tim kuat Persipura, 2-0. Saat itu, pelatih Persija, Stefano Cugurra menggunakan formasi 4-4-2.

The Jakmania awalnya sempat kaget dengan formasi anyar coach yang karib disapa Teco itu. Namun, kekagetan itu berubah menjadi kegembiraan sekitar 20 ribu suporter yang memadati stadion Pakansari Cibinong.

Karena, di akhir pertandingan, Persija menang telak, 2-0. Kemenangan yang bisa membuat laga away ke Barito sedikit mudah. Tapi apa daya, Persija seolah tak berkutik menembus pertahanan yang diterapkan coach Barito Putera, Jacksen F Thiago. Meski memperoleh sejumlah peluang, toh peluang itu akhirnya sirna.

Di sisi lain, Barito yang awalnya tertekan mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Persija. pertahanan terbuka menjadi faktor utama dua gol Barito yang hanya mampu dibalas satu gol di ujung pertandingan.

Nah, kalah dari Barito semestinya Teco bisa berfikir ulang terkait kepakeman formasi, 4-3-3 yang ia anut. Kalau boleh usul, sebenarnya skill dan kemampuan pemain-pemain Persija cukup merata. Untuk memainkan pola 4-4-2 pun mereka mampu. Lalu apa yang ada di benak Teco. Pertandingan krusial melawan Persebaya, 3 Juni di Stadion Sultan Agung Bantul akan menjadi faktor penting langkah Persija. Tapi sebenarnya bukan hanya Persija yang diharapkan bangkit atau makin terpuruk.

Laga ini juga seolah menjadi ujian kritis Teco di tim Persija. Banyak sekali tagar Teco Out di media sosial. Sedikit banyak tagar ini tentu berpengaruh pada Teco. Terutama The Jakmania, fans loyal Persija. Kalau sudah begini, akankah Teco akan kekeh pada formasi andalannya? Kita tunggu saja. (*)

Baca Juga