Kirimkan Berita

Bhayangkara FC Resmi Tentukan Stadion Untuk Laga Home

Bhayangkara FC Resmi Tentukan Stadion Untuk Laga Home

JAKARTA - Bhayangkara FC akhirnya memiliki markas sendiri mengarungi Liga 1 2018. Ini setelah juara Liga 1 2017 tersebut memutuskan memakai Stadion PTIK di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Stadion dengan kapasitas 2.000 penonton itu akan menjalani debut sebagai markas tim berjuluk The Guardian saat menjamu PS TIRA dalam pekan ketujuh Liga 1 2018 Jumat besok (4/5).

"Kita gak punya basis suporter besar, makanya kita maksimalkan yang kita punya. Kami akan mulai memakai Stadion PTIK saat menjamu PS TIRA. Stadion ini sudah diverifikasi PT Liga Indonesia Baru dan dinyatakan layak," ungkap Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji saat peresmian Stadion PTIK rabu (2/5).

Selama ini, Bhayangkara FC gonta ganti stadion sebagai home based. Di awal pertandingan home, mereka memakai SUGBK Senayan, Jakarta saat menjamu Persija Jakarta. Kemudian di pertandingan home kedua dan ketiga geser ke Gelora Delta Sidoarjo. Di setiap laga home, Bhayangkara FC mendapat dukungan maksimal 1.500 suporter. Sementara untuk suporter tim tamu, regulasinya 5 persen dari kapasitas stadion. Situasi ini dinilai besar pasak daripada tiang karena setiap laga home, manajemen keluarkan dana Rp300-400 juta untuk kebutuhan pertandingan.

"Dengan memaksimalkan milik sendiri, kami bisa irit sampai 70 persen di setiap anggaran home. Dana itu cukup untuk renovasi stadion PTIK yang memakan waktu setahun sejak Maret 2017. Nanti tiket kami jual Rp50 ribu," ucapnya.

Dengan asumsi per partai home irit 70 persen dari biaya pertandingan, maka semusim manajemen Bhayangkara FC bisa save sekitar Rp4,7 miliar. Secara perwajahan, Stadion PTIK bagus. Rumput menutup rata lapangan. Kerataan permukaan lapangan juga oke. Yang unik dari stadion ini ada pada kamar ganti.

Di sini, kamar ganti pemain menggunakan boks kontainer yang didalamnya dihias sedemikian rupa bernuansa bola. Untuk tim tamu diberikan ruangan dengan cat hijau sementara tim tamu memakai ruangan dengan ornamen cat merah bata. Stadion ini dilengkapi lampu dengan kekuatan 800 luks.

"Kamar ganti dengan kontainer ini mencontoh Piala Dunia U-19 di Kolombia. FIFA gak masalah saya itu, saya kin PSSI juga begitu. Kami cat merah bata kombinasi kuning sebagai warna khas identitas kami. Pemain juga menyambut positif putusan ini. Semua sumringah. Pemain bisa fokus karena selama ini kita main terasa away terus gak pernah home. Capek dong jalan. Ini pengaruhi psikologis pemain. Kini semua sudah jelas dengan adanya Stadion PTIK. Ini akan jadi aura positif bagi tim dan kami semakin yakin bisa ke atas untuk diperebutkan tiket AFC apalagi pertandingan masih panjang. Total 34 pertandingan dan sekarang baru enam game," ucapnya. (mak)

Baca Juga