Kirimkan Berita
Asian Games
Dirgahayu

Dinas Pertanian dan Pangan Uji Coba alat Pemanen Padi Baru

Dinas Pertanian dan Pangan Uji Coba alat Pemanen Padi Baru

Pekalongan - Sebagai upaya membantu para Petani yang ada di Kota Pekalongan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan pada Kamis (9/3) melakukan kegiatan uji coba alat Combine Harvester di lokasi Kebun bibit kantor Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan.

Combine Harvester ini sendiri merupakan alat panen padi mulai dari awal sampai proses perontokan padi, diharapkan nantinya mampu meminimalisir jumlah padi yang rusak pada saat panen. Selain itu, dengan adanya alat ini mampu meminimalisir biaya tenaga panen para petani. Petani hanya perlu menyediakan biaya operasional dalam setiap panennya. Selain itu adanya alat ini mampu mempersingkat waktu panen dibandingkan proses panen manual yang sudah sudah.

"Rencananya kedepan para petani diharapkan akan menerapkan alat combine harvesrter ini pada saat proses panen, selain waktunya yang relatih lebih cepat, otomatis akan meminimalisir biaya produksi. selain itu alat ini mampu mengurangi resiko padi rusak pada saat proses panen" tutur Ibu Resti Artanti, Kabid Pertanian pada dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan.

Peserta kegiatan uji coba pada pagi ini merupakan beberapa penyuluh lapangan serta beberapa perwakilan dari para Petani di lingkungan Pekalongan.

"Ini merupakan acara internal yang diikuti oleh para penyuluh lapangan serta petani yang ada di Pekalongan, tujuan kedepannya adalah nantinya para petani ini mampu mengoperasionalkan alat panen ini sendiri, untuk awal memang butuh biaya operasional untuk operator, selagi para petani ini blm sepenuhnya mampu mengoperasionalkan alat ini. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan kedepan Para Petani mampu mengoperasionalkan alat ini dengan baik" imbuh Ibu Resti.

Mengingat Produktivitas panen raya padi sawah di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara kemarin (6/3) mampu menembus angka 9,1 ton per Hektare (Ha) gabah kering panen. Hasil ini dirasa cukup memuaskan, mengingat lokasi panen berada di lahan yang tadinya terendam rob. Hal semacam ini lah yang nantinya akan kita bantu dalam proses panennya. Proses panen akan lebih cepat, murah dan mampu meminimalisir kerugian gabah yang rusak. Selain itu kita juga akan membantu untuk meningkatkan harga jualnya agar kesejahteraan petani bisa meningkat. (adi)
 

Baca Juga