cover atas
lnm

Edisi Terbatas Royal Enfield Classic 500

Edisi Terbatas Royal Enfield Classic 500

Mauberita.com - Royal Enfield menghadirkan motor terbaru Royal Enfield Classic 500 ‘Pegasus’ yang dijual secara terbatas. Indonesia mendapat jatah 40 unit saja, dari sepeda motor yang diproduksi sebanyak 1.000 unit di dunia, dengan harga 109,900 juta rupiah.

Perbedaan Classic 500 Pegasus dengan non Pegasus adalah logo Pegasus bewarna marun dan biru di bagian tangki bahan bakar. Logo ini merupakan logo resmi dari lencana resimen terjun payung Inggris pada Perang Dunia II, dimana Royal Enfield “Flying Flea” sebagai basis motor ini pernah diterjunkan bersama.

Perbedaan selanjutnya adalah adanya nomor seri pada bagian tangki sesuai dengan nomor pasukan militer terjun patung Inggris. Nomor ini berbeda setiap unitnya dari 1.000 unit motor yang diproduksi, sehingga menjadi eksklusif. “Royal Enfield Classic 500 ‘Pegasus’ barangnya ready. Peminatnya sudah lebih dari 40 unit.

Booking bisa mulai besok,” ujar Country Manager Royal Enfield Indonesia Irvino Edwardly, di Jakarta Rabu. Motor dengan moto ‘Made Like a Gun Since 1901,’ ini memang memiliki sejarah panjang dan membanggakan. Berkat citra dan ceritanya, Departemen Peperangan Inggris pun memesan lebih dari 4.000 unit sepeda motor Royal Enfield. Julukan “Flying Flea” pada pendahulu Royal Enfield Classic 500 ‘Pegasus,’ disematkan karena motor ini memiliki sifat sederhana, kuat dan tangguh, yang dapat diterjunkan sebagai mesin perang garis depan sebagai aset sangat berharga bagi tentara elit dari resimen terjun payung pada 1944. Royal Enfield WD Flying Flea sendiri menggunakan mesin kapasitas 125cc 2 tak berpendingin udara.

Dikombinasi transmisi 4 kecepatan, motor perang ini bisa memuntahkan tenaga maksimal 3,5 dk di 4.000 rpm dan diproduksi antara tahun 1939-1941 Head Business Markets- APAC region, Royal Enfield Vimal Sumbly, menjelaskan “motor ‘Flying Flea’ juga berperan penting pada operasi D-Day, invasi amfibi terbesar dalam sejarah Sekutu bertempur untuk mendirikan sebuah pangkalan pinggir pantai di Normania, di Perancis Utara, yang dikuasai Jerman,” ujar dia. (Airborne) Light Company, kini menjadi koleksi resmi Royal Enfield di Pusat Teknologi Royal Enfield, Inggris.

Sepeda motor baru memiliki pilihan warna bertemakan peperangan yaitu, Service Brown dan Olive Drab Green, kecuali di India, hanya pilihan Service Brown yang tersedia. Sejuah ini Royal Enfield Classic 500 merupakan varian terlaris. Motor ini menggunakan mesin 499 cc, empat langkah. Tenaga maksimal hanya 27,2 dk pada 5.250 rpm, untuk menggerakan motor dengan bobot 187 kg. (an)