Kirimkan Berita

Fasilitas Termewah di Kawasan Terpadu Jababeka

Fasilitas Termewah di Kawasan Terpadu Jababeka

Jakarta - Kota mandiri, dalam pengembangan tata kelolanya, harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dan mendukung konsep transit-oriented development (TOD). Aktualisasi teknologi informasi dan komunikasi serta dukungan sistem transportasi yang memadai harus menjadi prioritas di kota mandiri.

Konsep pembangunan kota harus benar-benar dirancang dan diaplikasikan di masa mendatang, terutama untuk mereduksi kepadatan arus lalu lintas. Dalam konsep pengembangan kawasan kota mandiri, penghuni harus dibuat nyaman. Potret kondisi perkotaan yang identik dengan kemacetan ataupun polusi sehingga lingkungan menjadi tidak sehat harus direduksi dalam penataan kota mandiri.

Kota mandiri harus mampu menghadirkan pengembangan sarana properti seperti perkantoran, institusi, hotel, apartemen, ataupun komersial, serta sekolah yang terintegrasi dengan pusat kota untuk mendorong mobilisasi yang tinggi di area tersebut. Kota mandiri juga harus mampu menghadirkan sarana teknologi yang berbasis fiber optic dan surveilence system sebagai sarana infrastruktur pendukung sebiah kota mandiri yang mengadopsi konsep smart city.

Dan, salah satu yang sukses menghadirkan konsep seperti ini adalah Kota Mandiri Jababeka yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk. Kawasan kota mandiri Jababeka seluas 5.600 hektar, terus berkembang menjadi sebuah kawasan residensial dan komersial terlengkap yang menyasar kelas atas.

Wujud komitmen tersebut dibuktikan dengan berbagai pengembangan yang telah dilakukan sejak 1989, mulai dari pembangunan apartemen, pusat bisnis dan komersial, lapangan golf, convention centre, sarana olahraga, universitas serta rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan penghuninya, yang secara keseluruhan akan terkoneksi dengan fasilitas transportasi seperti Commuter Line, Feeder Bus, dan 3 akses tol untuk mendukung mobilitas menuju Kota Jababeka.

Menurut Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang yang juga direktur PT Jababeka Tbk., Sutedja Sidarta Darmono, pengembangan demi pengembangan yang telah dan akan dilakukan Jababeka sebagai kawasan kota mandiri nantinya mampu mentransformasikan citra dari Kota Jababeka yang selama ini telah melekat sebagai kawasan industri modern yang terlengkap dan terbesar menjadi kawasan terpadu yang potensial sekaligus eksklusif.

Sebagai kota mandiri, dalam perkembangannya Kota Jababeka (Jababeka Residences) berupaya selalu mengikuti perkembangan teknologi khususnya dunia industri. Hal ini dapat dilihat dari bentuk aktualisasi teknologi informasi dan komunikasi yang telah disediakan dengan berbasis fiber optic dan surveilence system untuk mendukung kenyamanan dan keamanan penghuni Jababeka Residences.

Jababeka sendiri adalah pelopor pengembang kawasan industri terpadu di Cikarang yang mengembangkan kota industri ramah lingkungan dan terlengkap di Indonesia. Sehingga penerapan konsep smart city di kawasan Jababeka Residences menjadi prioritas. “Konsep smart city untuk sebuah kawasan industri dan hunian yang diterapkan Jababeka, bisa dikatakan yang pertama dibandingkan kawasan industri lainnya di luar dari pemerintah daerah yang ada di Indonesia,” tutur Sutedja.

Lebih lanjut Sutedja menjelaskan, luas Kota Jababeka sekitar 5600 hektar yang dihuni oleh lebih dari 1650 perusahaan multinasional dari 30 negara dengan jumlah pekerja lebih dari 700.000 orang serta 4.300 tenaga kerja asing, yang dilengkapi dengan pusat pendidikan seperti President University.

“Pengembangan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan progres yang sangat baik bagi Kota Jababeka. Hal ini untuk menjadikan Kota Jababeka Cikarang sebagai kawasan kota mandiri terpadu berwawasan lingkungan dan eksklusif,” ujar Sutedja optimis.

Menurut Suteja, saat ini mudah untuk mengakses kawasan Jababeka maupun kawasan lain di sekitar itu dengan adanya interchange KM 34,7 Cibatu. Begitu keluar tol, angsung memasuki kawasan Jababeka yang kini teduh oleh pepohonan sepanjang jalan. “Tidak hanya interchange KM 34,7 Cibatu, sesama para developer yang tergabung di dalam ZONI (Zona Industri International) komitmen mengembangkan konsep Transportation Oriented Development (TOD),” tegas Sutedja.

TOD merupakan konsep pembangunan di daerah-daerah ekonomi strategis berbasis angkutan massal seperti stasiun kereta listrik atau stasiun mass rapid transportation (MRT). Di Indonesia, konsep ini memang relatif baru. “Jababeka paling siap merealisasikan konsep TOD. Sebab, pembangunan yang mengusung konsep TOD mutlak diperlukan dalam pembangunan kawasan mixed use development seperti yang kami kembangkan,” papar Sutedja. (sat)

Baca Juga