Kirimkan Berita

Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018 - Owi/Butet Pastikan Nomor Satu Dunia

Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018 - Owi/Butet Pastikan Nomor Satu Dunia

Caption Foto: Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sukses mengukuhkan diri sebagai pasangan ganda campuran nomor satu dunia. (Kredit Foto: Humas PP PBSI)

Mauberita.com – Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terus mengukir performa terbaik dalam Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018 yang berlangsung di Wuhan, Cina, 24-29 April. Berbekal kemenangan maju ke perempatfinal, mereka pun akhirnya mengukuhkan diri sebagai pasangan rangking satu dunia.

Kemenangan atas wakil Thailand, Tinn Isriyanet/Pancharapun Chochuwong, 21-16, 21-15 dalam laga di Wuhan Sports Center, Wuhan, tak hanya mengantarkan Owi/Butet, sapaan akrab unggulan pertama ini maju ke perempatfinal. Keberhasilan ini pun diganjar dengan tambahan poin yang mengantarkan mereka bertengger sebagai pasangan ganda campuran nomor satu dunia.

"Akhirnya, memang saya ingin sekali jadi pemain rangking satu dunia. Suatu hari nanti kalau anak saya bertanya, saya bisa jawab kalau papanya pernah jadi pemain nomor satu dunia. Ha ha ha... Cik Butet kan sudah pernah merasakan jadi pemain nomor satu dunia, buat saya ini yang pertama," kata Owi, seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI.

Bagi Owi, inilah untuk kali pertama dirinya mencicipi sebagai pemain nomor satu dunia. Meskipun telah merebut gelar juara bergengsi seperti gelar juara dunia 2013 di Guangzhou dan 2017 di Glasgow, juara All England 2012, 2013, 2014, serta menyabet medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Owi/Butet malah belum pernah menjadi pasangan rangking satu dunia.

Sejak diduetkan oleh pelatih Richard Mainaky pada tahun 2010, inilah untuk kali pertama bagi Owi/Butet bisa mereka bertengger di puncak peringkat dunia. Selama sekitar delapan tahun berpasangan dan mengukir prestasi besar, mereka malah belum pernah berada di posisi teratas peringkat dunia.

"Tapi kami tetap mau fokus di turnamen ini sampai akhir. Jangan karena berpikir sudah dapat rangking satu dunia, jadi lengah. Kami tetap mau hasil maksimal dan dapat gelar, kami belum juara lagi sejak dapat gelar juara dunia tahun lalu," tambah Butet. (bh)

Baca Juga