Kirimkan Berita
Asian Games
Dirgahayu

Menerbangkan Balon ke Udara, Antara Tradisi dan Aturan

Menerbangkan Balon ke Udara, Antara Tradisi dan Aturan

Pekalongan - Remaja Mushola Assajidin Tegalrejo, terlihat sedang bergotong royong membuat Balon Udara yang akan diterbangkan pada Syawalan, minggu (2/7) besok.

Balon Udara, iya sebuah tradisi yang kini menjadi dilema di masyarakat. Di satu sisi ada pelarangan menerbangkan balon ke udara, di sisi lain Pemuda di Daerah Pekalongan sulit untuk meninggalkan tradisi menerbangkan balon ini. Tradisi menerbangkan balon sendiri hanya dilakukan setahun sekali yakni di bulan Syawal atau lebih dikenal dengan momentum Lebaran dan Syawalan di tiap tahunnya.

Walikota Pekalongan, H. A Alf Arslan Djunaid menghimbau warganya agar tidak menerbangkan balon saat syawalan nanti.  "Kami imbau kepada masyarakat, tidak usah menyalakan petasan dan menerbangkan balon udara saat Syawalan mendatang. Cukup dirayakan dengan silaturahmi, saling berkunjung dan berwisata ke tempat-tempat yang sudah ada. Karena balon ini dapat membahayakan penerbangan. Padahal Kota Pekalongan menjadi salah satu wilayah lintas penerbangan." tuturnya.

Selain membahayakan penerbangan, Alex, sapaan akrabnya, juga menyatakan bahwa seringkali balon udara yang diterbangkan diberi petasan. Hal itu tentu membahayakan bagi masyarakat dan pemukiman penduduk. "Kalau sampai meledak dan jatuh ke kediaman penduduk itu sangat berbahaya. Jadi sesuai kesepakatan dengan Kapolres, kami imbau agar warga tidak menerbangkan balon udara," tambahnya.

Namun, peraturan ini tidak serta merta bisa dijalankan di masyarakat. seperti halnya yang ada di Desa Tegalrejo. Remaja Mushola Assajidin Tegalrejo pada tahun ini juga tetap membuat Balon Udara dan akan menerbangkan Balon pada saat Syawalan besok pada Minggu (2/7). "ini adalah menjalankan tradisi yang sudah ada sejak jaman dahulu, Tak hanya Tradisi Syawalan saja di Pekalongan, namun Tradisi Melepas Balon juga ada sejak jaman dahulu. Kita hanya melestarikan budaya yang sudah ada." tutur Ahmad Nahdliyin.

Pelepasan balon menurut sebagian masyarakat di Pekalongan merupakan sebuah pertanda bahwa masyarakat untuk kembali bekerja. "Yang saya tahu tradisi pelepasan balon itu merupakan sebuah ungkapan suka cita setelah lebaran dan sebulan penuh berpuasa, dan kini saatnya kembali bekerja,mencari rejeki yang halal untuk keluarga. Selain itu saya juga berharap kepada Pemerintah bisa mengemas sekreatif mungkin tentang budaya pelepasan balon ke udara ini, dengan meminimalisir akibat yang ditimbulkan. namun Budaya ini tetap harus bisa dilestarikan." imbuh Ahmad Nahdliyin.
 

Baca Juga