Kirimkan Berita
Asian Games
Dirgahayu

Mulai Negatif, Pemerintah Siapkan Standar Harga Referensi Lahan

Mulai Negatif, Pemerintah Siapkan Standar Harga Referensi Lahan

JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menerbitkan aturan terkait harga referensi lahan di kawasan industri agar lebih kompetitif dan bisa menarik investasi.

Kemenperin akan melakukan uji publik sebelum aturan diimplementasikan. Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari melihat tujuan dari rencana pemerintah membuat aturan referesi harga lahan industri memang baik.

Yakni agar harga lebih kompetitif dibanding negara tetangga. Hanya saja, dia menekankan bahwa pengembang selama ini tidak sembarangan dalam menetapkan harga.

"Kami juga mencermati mekanisme pasar, terutama di kawasan regional. Harga lahan ya tergantung dari sejauh mana infrastruktur dan pelayanan yang dapat kita sediakan dan berikan." jelasnya pada Kamis (27/7).

Tondy menambahkan, faktor harga bukan penentu utama untuk menarik minat investasi investor.

Menurutnya, perusahaan manufaktur yang ingin berinvestasi ke kawasan industri tidak semata melihat harga lahan tetapi lebih pada faktor apakah feasible (layak) atau tidak.

Sementara Hyanto Wihadhi, Direktur Kawasan Industri Jababeka mengatakan, pemerintah sudah pernah mengajak pengembang untuk membicarakan terkait rencana aturan referensi tersebut.

Pihaknya telah menjelaskan jika penentuan harga dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, harga perolehan tanah dan biaya pembangunan infrastuktur serta fasilitas kawasan. Kedua, daya beli dan harga pasar yang berlaku.

Oleh karena itu, Hyanto mengatakan, pemerintah harus bisa mengatur dua faktor tersebut jika ingin mengatur harga jual lahan industri.

"Sehingga kalau ada pengaturan harga jual, apakah pemerintah juga bisa mengatur harga pembelian tanah dari penduduk dan harga material lainnya." kata Hyanto mempertanyakan.

Adapun pengembangan lain PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) dan PT Intiland Development Tbk (DILD) belum bisa berkomentar karena belum mendapatkan draf aturannya dan sedang menunggu sosialisasinya.

"Kami masih tunggu sosialisasinya, " kata Seri, Investor Relation BEST.