Kirimkan Berita
Asian Games
Dirgahayu

Pak Chuzazai, Generasi ke tiga pembuat Canting Batik dari Pekalongan

Pak Chuzazai, Generasi ke tiga pembuat Canting Batik dari Pekalongan

Pekalongan - Batik, itu yang terbersit ketika mendengar nama Kota Pekalongan. Kita kadang lupa akan pernak pernik yang ada selain Batik di Pekalongan, seperti halnya usaha turun temurun yang dilakoni Bapak Chuzazi warga Landungsari Kota Pekalongan saat ditemui rekan media di rumahnyaa saat memproduksi canting (20/3)

Pak Zazi, warga Landungsari ini merupakan generasi ketiga dari keluarganya yang masih menggeluti usaha pembuatan canting. usaha yang digelutinya sejak 1968 ini tiap harinya bisa memproduksi kurang lebihnya sekitar 250 canting.

"Saya ini merupakan generasi ketiga dari keluarga yang masih menggeluti kerajinan canting ini, nah anak saya ini adalah generasi keempat. Alhamdulillah di usia tua ini saya masih bisa berkarya, ya sebisa saya meneruskan usaha turun temurun ini. Alhamdulillah pesanan masih mengalir, paling banyak saya ngirim ke daerah Lasem, selain itu juga ngirim ke cirebon, jogja luar jawa juga ngirim, semua tergantung pesanan" tutur pak Chuzazi selaku perajin Canting dari Kota Pekalongan.

Harga canting sendiri bervariasi, tergantung pesanan dan tingkat kerumitannya. "Harga bermacam macam, tergantung kerumitan dan jenisnya. Bulan bulan ini penjualan canting rada sepi, adapun kendala yang ada selama ini adalah masalah permodalan dan juga proses pemasaran. Justru pemesanan datang dari daerah di luar kota Pekalongan" imbuhnya.

Banyak tawaran, baik dari dalam kota maupun dari luar kota perihal pemberian workshop pembuatan canting tembaga ini, Pak Zazi sendiri pernah ditawari Pemkot Pekalongan agar bisa membantu di Museum Batik Pekalongan. "saya pernah ditawari Walikota untuk bekerja di Museum Batik, namun dengan berat hati tawaran itu saya tolak, karena mengingat pesanan akan berantakan ketika saya berada di sana, siapa yang akan menggarap pesanan?? itu yang menjadi kendala saya, tapi Insya Allah kalau diminta tolong hadir dalam acara untuk sharing saya siap. ada juga tawaran dari lasem untuk berada disana selama satu bulan, guna memberikan workshop pembuatan canting ini, ya saya tolak dengan alasan sama dengan yang di Pekalongan" pungkasnya.

Pak Chuzazi berharap, Pemerintah bisa membantu perihal kendal yang kami hadapi di lapangan, masalah permodalan dan pemasaran. "saya cuman berharap Pemerintah bisa membantu kendal yang kita hadapi di lapangan, terutama masalah pemasaran produk canting ini ke luar daerah." jelasnya. (Adi)

Baca Juga