Kirimkan Berita
Asian Games
Dirgahayu

Pembinaan PB Exist Sudah On The Track

Pembinaan PB Exist Sudah On The Track

Caption Foto: Perayaan hari ulang tahun ketujuh PB Exist. Pembinaan pemain muda di klub ini sudah berada di jalur yang tepat. (Kredit Foto: PB Exist)

Mauberita.com – Kendati baru berusia tujuh tahun, kehadiran Perkumpulan Bulutangkis Exist di pentas bulutangkis nasional sudah bisa dirasakan. Para penggawa klub asal Jakarta Utara ini mampu unjuk gigi. Dalam berbagai kejuaraan di Tanah Air, pemain-pemain belia Exist kerap naik podium juara.

Kehadiran klub yang lahir di Jakarta, 26 Maret 2011 ini memang mengejutkan. Dengan membina pemain sejak usia dini dan pemula, Exist pun langsung menggebrak. Hasilnya, para para pemain belia Exist sering menjuarai kejuaraan untuk kategori usia dini, pemula, remaja, hingga taruna.

Dengan mengandalkan Chico Aura Dwi Wardoyo dan Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu, Exist tampil sebagai juara beregu putra Superliga Junior 2016 di Magelang. Mereka menjadi yang terbaik setelah mengalahkan tim kuat, Djarum Kudus di final dengan skor 3-2. Atas keberhasilannya tersebut, Exist pun berhak memboyong Piala Liem Swie King.

Lalu, dalam kejuaraan khusus ganda bertajuk Yonex-Sunrise Doubles Special Championship VIII/2017 di GOR Candra Wijaya, Serpong, akhir tahun lalu, pemain-pemain Exist begitu berpesta. Mereka menyabet tujuh gelar juara dari sembilan nomor yang dipertandingkan dari kategori pemula hingga taruna.

Ajang seperti sirkuit nasional atau kejuaraan swasta nasional, para pemain Exist juga sering menjadi jawara. Terakhir, dalam Djarum Sirkuit Nasional Premier Li-Ning Jawa Tengah Terbuka 2018 di Purwokerto (Jawa Tengah), medio Maret lalu, para pemain-pemain muda Exist juga sukses naik podium juara dengan menggondol enam gelar juara.

Tak hanya di Tanah Air. Bahkan, di ajang internasional, Chico juga berhasil meraih medali perak BWF World Junior Championship 2016 di Bilbao, Spanyol.

Menurut Kartono, salah  satu pahlawan kemenangan tim Indonesia ketika memboyong Piala Thomas 1984 di Kuala Lumpur, dengan melihat kiprah para pemain Exist tersebut sudah menunjukkan bahwa pola pembinaan klub ini sudah berada di jalur yang benar. Terbukti, hanya dalam hitungan tahun, Exist mampu melahirkan juara.

“Saya hadir untuk memberi tambahan semangat kepada pemain-pemain binaan klub Exist. Dari hasil yang saya pantau, pembinaan di klub ini sudah on the track untuk mencetak pemain-pemain potensial,” ujar Kartono yang bersama Heryanto Saputra menjadi juara All England 1981 dan 1984, dalam acara ulang tahun PB Exist tersebut. (bh)

 

 

Baca Juga