Kirimkan Berita

Piala Thomas-Uber 2018: Ragu-Ragu, Fitriani Pun Takluk

Piala Thomas-Uber 2018: Ragu-Ragu, Fitriani Pun Takluk

 

Caption Foto: Fitriani gagal menyumbangkan angka pertama bagi tim Piala Uber Indonesia setelah dikalahkan Soniia Cheah, 21-10, 17-21, 14-21. Indonesia pun harus tertinggal 0-1 melawan Malaysia. (Kredit Foto: Humas PP PBSI)

Mauberita.com – Tampil sebagai pemain pertama itu ternyata tidak mudah. Itu yang terjadi pada Fitriani dalam laga penyisihan Grup D Putaran Final Piala Uber 2018 yang mempertemukan Indonesia melawan Malaysia di Impact Arena, Banagkok, Senin (21/5) sore.

Meskipun memiliki rekor pertemuan lebih baik, yaitu menang dua kali dalam tiga pertemuan melawan Soniia Cheah, tak membuat pemain binaan klub Exist Jakarta Utara ini bisa bermain lebih tenang. Sebaliknya, pemain rangking 34 dunia ini malah dicekam ketegangan.

Dampaknya, Fitriani tidak mampu mengembangkan permainan dengan baik. Terutama di gim kedua, dia menyebut begitu tegang dan berujung pada penampilan yang ragu-ragu.

Fitriani yang turun di partai pertama, gagal mengamankan kemenangan atas Soniia Cheah. Ia kalah 21-10, 17-21, 14-21. Tim Piala Uber Indonesia pun harus tertinggal 0-1 melawan Malaysia.

 

Di gim pertama, Fitriani tampil cemerlang karena selalu unggul dalam perolehan angka. Namun beranjak ke gim dua, kondisi justru berbalik. Fitriani terus berada di bawah tekanan lawan. Fitriani terpaksa menyerah di gim kedua, 17-21.

 

Pada gim ketiga, Fitriani masih juga belum mampu keluar dari tekanan Soniia. Usai bertanding selama 59 menit, Fitriani pun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan yang berada di peringkat 30 dunia tersebut dengan 14-21.

 

“Di awal gim Fitri bisa menang dan mungkin lawan masih ada rasa tegang atau nggak enak, karena banyak mati sendiri. Di gim kedua justru Fitri yang rada ragu-ragu pukulannya karena menang angin. Dan kaki saya agak lambat,” kata Fitriani, seperti disalin dari rilis Humas PP PBSI.

 

Fitriani dan Soniia sebenarnya sudah tiga kali berhadapan sebelumnya. Rekor pertemuan mereka 2-1 untuk keunggulan Fitriani. Pertemuan terakhir mereka terjadi di All England 2018. Saat itu Fitriani menang 16-21, 21-18, 21-9.

 

“Sebenarnya nggak terlalu jauh beda dengan pertemuan terakhir. Tapi dia powernya lebih unggul dan serangannya lebih bagus,” ujar Fitriani. “Banyak yang harus saya perbaiki di pertandingan berikutnya. Teknik, fisik, powernya dan fokusnya masih hilang-hilang,” imbuh Fitri. (bh)

Baca Juga