Kirimkan Berita

PSSI Gelar Club Licensing Workshop 2018

PSSI Gelar Club Licensing Workshop 2018

Jakarta - PSSI menggelar Club Licensing Workshop pada tanggal 10-11 April 2018 ini di Hotel Grand Kemang, Jakarta. Sebanyak 18 klub Liga 1 mengikuti workshop yang dipimpin oleh Plt Ketua Umum, Joko Driyono dan Club Licensing Manager, Tigorshalom Boboy.

Pada kesempatan ini, Head of Club Licensing AFC yakni Mahajan Vasudevan Nair juga hadir dalam workshop ini. Club lisensing adalah proses setiap tahun dilakukan untuk semua Federasi di negara-negara anggota AFC. Kepentingannya sebagai persyaratan bagi klub-klub yang akan tampil di kompetisi AFC harus mendapatkan lisensi yang diterbitkan oleh AFC.

"Workshop adalah starting poin agar klub diingatkan serta berdialog kembali karena bisa saja ada update regulasi tentang club lisensing ini. Kami juga ingin mendapat masukan dari teman-teman klub terhadap semua tantangan dan kesulitan yang dialami di tahun-tahun sebelumnya," kata Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Joko menambahkan bahwa PSSI ingin bahwa momen club licensing harus menjadi patokan bagi klub melakukan proses pengembangan profesionalisme di level klub. Ia menyebut bahwa tahun 2018 ini PSSI juga melakukan restrukturisasi pembiayaan liga yang diberikan untuk pengembangan klub.

"Ini salah satunya dikaitkan dengan upaya-upaya pemenuhan club licensing ini di level klub. Jadi workshop ini adalah starting poin untuk memulai semua proses hingga mendapatkan lisensi dari AFC. Club licensing itu ada setiap tahun. Periodenya kisaran bulan Maret sampai dengan September. Semuanya dijalankan untuk seluruh anggota AFC. Oleh karenanya harus diingat bahwa bukan sekali dapat lisensi langsung berlaku selamanya, namun itu jangka waktunya satu tahun," jelasnya.

Sementara itu, Club Licensing Manager PSSI, Tigorshalom Boboy mengatakan bahwa klub-klub melihat club licensing ini adalah proses yang harus mereka jalani. Namun mereka akan mendapat benefit kalau mereka meraihlisensi sebagai klub profesional.

"Secara manajemen klub ini adalah satu proses yang memang tidak mudah untuk dijalani oleh klub. Tetapi begitu mereka mendapatkan benefit sebagai klub profesional akan muncul konsistensi mereka sebagai klub yang mampu tumbuh secara sehat. Dan dari sisi manajemen mereka punya organisasi yang modern serta dari sisi prestasi itu akan muncul yang lebih bagus," kata Tigor.

Pria yang juga Chief Operation Officer (COO) PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini juga menyakan bahwa AFC mengapresiasi apa yang dilakukan PSSI terkait kegiatan ini.

"AFC berharap musim ini bisa lebih baik lagi karena Indonesia adalah salah satu pioner club licensing di Asia. Dan beberapa tahun terakhir dinamika federasi kurang bagus, jadi terlihat seakan-akan kita mulai dari awal lagi. Kita coba untuk memacu lagi klub di Indonesia untuk ikut proses ini dan ujungnya klub bisa mendapatkan pengalaman dari negara-negara Asia lain dan klub lain yang punya pengalaman lebih dari club licensing," jelas Tigor. (mak)

 

Baca Juga