Kirimkan Berita

Revolusi Digital Masa Depan Siapkan Internet 5G

Revolusi Digital Masa Depan Siapkan Internet 5G

Jakarta - Konsumen dan industri masih menunggu janji komersialisasi teknologi seluler 5G. Tawaran teknologi jaringan pita lebar generasi kelima ini diyakini akan membawa pada pengalaman digital yang lebih mengagumkan.

Kelebihan 5G dibanding 4G ada pada tingkat puncak yang tinggi (high peak rates), jumlah koneksi yang banyak, dan latensi lebih rendah yaitu1 mili detik (ms). Latensi rendah dapat menghasilkan teknologi impian seperti mobil otonom, realitas maya (VR), televisi 4K pada sisi konsumen, dan teknologi kendali jarak jauh pada sisi yang akan merevolusi sisi industri.

“Saat ini, kita sedang meroket menuju teknologi terbaru. Jika Anda berpikir bahwa jaringan 4G LTE adalah suatu kemajuan besar dari jaringan 3G, bersiaplah untuk jaringan 5G, karena jaringan 5G akan menghadirkan terobosan besar bagi kemampuan seluler,” ujar Technology Industry Group Leader untuk APAC, GfK Asia Sagar Tamang.

Saga mengungkapkan 5G akan melakukan revolusi pada ranah edagang dan membuka peluang-peluang bisnis baru dengan teknologi yang dimilikinya. Sebagai permulaan, mengadopsi realitas maya dan realitas tertambah (augmented reality/ AR) dalam katalognya.

Dengan 5G, bisa memvisualisasikan bagaimana furnitur yang cocok dengan rumah konsumen dengan visualisasi sebelum dibeli. Converse, Uniqlo dan Adidas juga telah mencoba teknologi AR untuk membantu para pelanggan mencari produk yang paling tepat.

Disamping standarisasi 5G saat ini sedang dalam masa penyempurnaan. ZTE, misalnya, telah mampu membuat blok frekuensi 5G yang terpisah menjadi seperti berdampingan (contiguous). “Dengan teknologi terbaru dapat menyatukan blok-blok milik operator yang terpisah untuk optimalisasi kapasitas menjadi lebih besar,” ujar Direktur Pemasaran ZTE Indonesia Bai Jie.

Untuk optimasi jaringan ZTE juga memiliki teknologi software-defined networking (SDN) sendiri bernama ZTE ElasticNet. “Dengan perangkat ini operator tidak perlu mendatangi BTS 5G untuk melakukan optimalisasi karena semuanya sudah dapat dilakukan dari jauh,” ujar Head Wireless Marketing & Solution ZTE Corporation Andyan Pradipto.

Gabungan SDN dan network functions virtualization(NFV) memungkinkan penerapan pada virtual data center, bearer network, wireless core network, dan okestrasi. Solusi eini memiliki tiga keunggulan utama seperti meningkatkan kapabilitas perangkat, PaaS berbasis cloud yang fleksibel, instalasi software, dan hardware yang mudah.

Huawei telah melakukan demonstrasi pengendalian kendaraan dari jarak jauh yang berbasis 5G pertama di dunia bersama dengan China Mobile dan SAIC Motor di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Shanghai, Tiongkok.

“Dalam demonstrasi ini, Huawei menyediakan solusi 5G nirkabel yang menghubungkan iGS, mobil pintar milik SAIC Motor dengan koneksi milik China Mobile,” ujar Direktur Strategi dan Marketing TIK, Huawei Indonesia Mohamad Rosidi.

Demonstrasi kontrol mobil dari jarak jauh ini membuktikan potensi pita lebar (bandwidth) yang tinggi, dan potensi latensi yang rendah di frekuensi C-band, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan kendaraan pintar terhubung di masa depan.

Di Indonesia, Ericsson sudah jauh hari melakukan demontrasi 5G bersama dengan XL Axiata. Hasil jaringan 5G menghasilkan kecepatan hingga 5,3 Gbps, dengan latensi mencapai sektar 3 mili detik (ms).

Pada demontrasi 5G Ericsson menggunakan tangan robot sensor gerak untuk mengukur kecepatan respon. Sementara konferensi video streaming dengan resolusi 4K, gambar langsung diterima oleh televisi 4K, dengan alat pengukur test bed radio 5G dan 5G new radio (NR).

Latensi rendah dengan skor 3 ms untuk robot demo pengoperasian tangan robot berbasis motionsensingdinilai cukup mendukung aplikasi secara nyata di masa depan. Jeda waktu yang diharilkan antara perintah dan respon tidak berbeda jauh sehingga layak dipakai.

“Bagi operator, 5G berpotensi untuk mendorong pertumbuhan pemasukan sebanyak 34 persen di 2026, jika dibandingkan pada 2016. Sementara itu, konsumen akan menikmati aplikasi baru seperti augmented reality dan video streaming4K,” kata, Presiden Direktur Ericsson Indonesia dan Timor Leste Thomas Jul.

Jul menilai pertumbuhan 5G disumbang oleh inustri otomotif, manufaktur, pertambangan, kesehatan, dan lainnya. Mereka selama ini menanti teknologi 5G yang berguna dalam efisiensi dan efektivitas dalam proses manufaktur dan bisnis mereka.

Direktur Ericsson Indonesia Rustam Effendie menjelaskan, teknologi 5G akan fondasi utama untuk mewujudkan potensi penuh dari masyarakat terkoneksi. “Teknologi ini akan memungkinkan organisasi, masuk ke pasar dan menciptakan aliran pendapatan baru termasuk Internet of Things (IoT),” ujar dia.

Untuk menjalankan teknologi 5G pemerintah telah menyediakan frekuensi 28 Ghz, mengacu standar World, Radiocommunication Conference (WRC) Dengan pita yang lebar pita 500 Mhz ini sangat mendukung implementasi jaringan 5G, yang berguna untuk beragam industri.

“5G berguna, dalam pekerjaanpekerjaan yang membutuhkan internet stabil seperti di industri manufaktur, yang memanfaatkan robot untuk suatu pekerjaan,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Saat ini kata, Rudiantara, pemerintah memiliki regulasi yang bersifat futuristik, agar selaras dengan teknologi yang berkembang di masa depan. Kendalanya tidak akan lagi pada regulasi tapi pada model bisnis antara vendor teknologi dan operator telekomunikasi.

5G tidak hanya menyangkut jaringan. Butuh dukungan ekosistem untuk menghasilkan perangkat yang siap dipakai konsumen. Qualcomm juga telah menciptakan prototipe chipset yang bisa terhubung dengan radio 5G NR dengan standar 3GPP, dan ini diprediksi bakal menjadi standar 5G global.

Koneksi dengan sistem prototipe sub-6 GHz 5G NR mampu beroperasi di spektrum mid-band 3.3 GHz hingga 5.0 GHz. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi 5G NR dapat digunakan untuk mencapaidata rate dengan satua Gbps secara efisien dengan tingkat latensi yang lebih rendah dibanding jaringan 4G LTE.

Di AS, Qualcomm bersama Ericsson dan Vodafone melakukan tes interoperabilitas 5G, dan menyelenggarakan uji coba lapangan overthe- air berdasarkan spesifikasi 5G NR yang tengah dikembangkan oleh 3GPP. Pembuat chipset ini akan bekerjasama dengan Ericsson dan Telstra untuk melakukan tes yang sama di Australia. (mak)

Baca Juga