Kirimkan Berita

Tahun ini, Lopis Raksasa Setinggi 210 meter Siap untuk Syawalan di Kota Pekalongan

Tahun ini, Lopis Raksasa Setinggi 210 meter Siap untuk Syawalan di Kota Pekalongan

Pekalongan – Lopis raksasa yang menjadi daya tarik utama agenda Syawalan di Krapyak, saat ini tengah dalam proses pemasakan dan diperkirakan dapat diangkat pada Kamis (29/6) sore.

Warga dan jamaah Mushola Darunnaim, Kelurahan Krapyak gang 8, mulai bersiap untuk meyambut agenda tahunan, Syawalan. Salah satu yang dipersiapkan yakni pembuatan lopis raksasa yang menjadi daya tarik utama dalam agenda tersebut. Sejak hari kedua Idul Fitri, proses pebuatan lopis raksasa dimulai. Tahun ini, tinggi lopis raksasa dipastikan masih sama dengan tahun lalu yakni 210 sentimeter. Sedangkan untuk bulat dan berat lopis belum dapat dipastikan karena lopis tengah dalam proses pemasakan.

Hingga Rabu siang, lopis raksasa masih dalam proses pemasakan tahap pertama. Rencananya, Rabu sore akan dilakukan pemasakan tahap kedua dan baru diperkirakan dapat diangkat pada Kamis (29/6) sore. Prosesi pemotongan, akan dilakukan di tempat yang sama seperti tahun sebelumnya yakni di halaman Mushola Darunnaim. Untuk pembuatan lopis raksasa tahun ini, dibutuhkan dana sekitar Rp19 juta. Dana tersebut didapatkan dari bantuan yang diberikan Pemkot Pekalongan sebesar Rp24,5 juta ditambah dana swadaya dari masyarakat untuk melengkapi kebutuhan dana penyelenggaraan seluruh rangkaian agenda Syawalan.

*Sejarah Lopis Raksasa

Pembuatan lopis raksasa di Krapyak, dimulai sekitar tahun 1950an. Saat itu, lopis raksasa pertama yang dibuat dengan bahan baku hanya 25 kilogram, ditujukan untuk menyambut tamu dari luar Krapyak yang berkunjung pada hari kedelapan bulan Syawal. Kebiasaan masyarakat atau sanak famili berkunjung ke Krapyak pada hari kedelapan Syawal berkaitan dengan kebiasaan warga setempat yang berpuasa pada hari kedua hingga ketujuh Syawal.

"Jadi masyarakat Krapyak biasa berpuasa tujuh hari sejak hari kedua Syawalan. Itu membuat sanak famili atau warga menunda silaurahmi kesini. Baru pada hari kedelapan semua datang untuk silaturahmi. Dan tidak hanya sanak famili yang berkunjung, tapi juga yang tidak punya saudara juga datang. Untuk itulah dibuat lopis raksasa untuk menjamu tamu. Selain itu juga ada lotekan yang disiapkan gratis," jelas Saiful.

Ditambahkan Saiful, lopis juga memiliki makna filosofis yang kuat. Sifat dan tekstur lopis yang lengket, mencerminkan persatuan dan kesatuan masyarakat Krapyak yang kuat. "Jadi lopis bisa juga dimaknai sebagai simbol pemersatu masyarakat. Tapi tidak untuk dikultuskan. Banyak warga luar daerah yang mengkultuskan lopis meskipun sudah dilarang," tandasnya.

Proses pemotongan lopis raksasa sekaligus agenda Syawalan, akan digelar pada Minggu (2/7). Rencananya, Walikota bersama FKPD akan hadir langsung melakukan prosesi pemotongan Lopis Raksasa ini.

Baca Juga