Kirimkan Berita
Asian Games
Dirgahayu

Transaksi Rumah di Bandung dan Surabaya Marak

Transaksi Rumah di Bandung dan Surabaya Marak

Jakarta - Jabodetabek masih menjadi incaran untuk pemilikan properti. Meski penjualan properti cenderung melambat pada 2017 namun pelaku bisnis properti lebih optimistis menyambut 2018. Ini mengingat tren telah terbentuk pada tahun sebelumnya.

Rumah.com, portal properti di Indonesia mencermati bahwa Jabotabek masih menduduki peringkatan teratas dalam pencarian rumah. Di luar Jakarta, Bandung menjadi urutan berikutnya disusul dengan Surabaya, dan Semarang.

Selain itu, Property Affordability Sentiment Index H2- 2017, survei yang dilakukan oleh mengetahui prilaku konsumen properti Indonesia yang dilakukan Rumah. com yang bekerja sama dengan riset Instuit Research, Singapura. Berdasarkan 1.020 responden di seluruh Indonesia pada Januari sampai Juni 2017 menyebutkan apartemen mulai menjadi pilihan properti yang akan dibeli selain rumah tapak maupun cluster.

Sementara, porsi permintaan terbesar berasal dari rumah-rumah tipe menengah ke bawah dengan harga di bawah 700 juta rupiah. Konsumen akan mencari perumahan tipe cluster terutama di wilayah ssatelit kota besar dengan akses menuju tol atau angkutan massal.

Pada 2017, permintaan pasar belum dapat dikatakan signifikan dalamm industri properti. Dalam catatan, Rumah Property Index 2017, yang menunjukkan pergerakan pasar dari sisi suplai menyebutkan index properti nasional naik tipis 0,4 persen pada Q1 2017 (quarter on quarter) dan berlanjut pada Q2 tumbuh sebesar 0,97 persen (q-o-q).

Pada Q3, pasar properti cenderung lebih stabil, sedangkan apda Q4 sampai akhir November 2017 turun sebesar 9,23 persen.

Pasar properti nasional pada 2018 diperkirakan akan lebih positif sebagai imbas tren yang telah terbentuk sejak 2017.

Dari sisi suplai, perlambatan properti pada pertengahan 2018 sebagai dampak Hari Raya Idul Fitri dan Pilkada serentak 2018, begitu juga menjelang Pemilu Legislatif dan pemilihan presiden 2019.

“Secara umum pasar properti Indonesia pada tahun 2018 akan lebih menarik dan prospektif dibandingkan tahun 2017. Satu tahun sebelum tahun politik 2019, pasar properti akan sedikit lebih bergairah dan ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik dihuni sendiri maupun untuk investasi,” pungkas Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah. com dalam rilis beberapa waktu lalu. (sat)

Baca Juga