Kirimkan Berita

Wali Kota Cilegon Diberhentikan

Wali Kota Cilegon Diberhentikan

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri memberhentikan Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi. Keputusan pemberhentian itu dilakukan seusai Iman ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pembangunan mal Transmart di Kota Cilegon.

Iman diduga menerima suap sebesar 1,5 miliar rupiah terkait proses perizinan pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, yaitu untuk memuluskan rekomendasi Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) mal Transmart.

“Hari ini saya sudah teken suratnya. Dirjen kami menyerahkan kepada Pak Gubernur,” kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).

Tjahjo menuturkan kemungkinan hari ini dilaksanakan acara seremonial penyerahan kewenangan wali kota kepada Wakil Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi, sebagai pelaksana tugas. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mengisi kekosongan pemerintahan dan agar masyarakat bisa tetap terlayani.

“Sambil tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah sampai keputusan hukum tetap,” tutur Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

KPK menetapkan Iman Ariyadi, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira, serta seorang pihak swasta bernama Hendry, sebagai tersangka.

Sementara itu, dari pihak pemberi, KPK menetapkan Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo, dan Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Tubagus Dony Sugihmukti, dan Legal Manager PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Eka Wandoro, sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, PT KIEC dan PT Brantas Abipraya diduga menyuap Wali Kota Cilegon dan Kepala BPTPM Cilegon sebesar 1,5 miliar rupiah. Uang itu diduga untuk memuluskan perizinan pembangunan Transmart di Kota Cilegon.

Suap terhadap Wali Kota Cilegon ini menggunakan modus baru. Modus baru penyamaran suap ke kepala daerah itu dilakukan melalui klub sepak bola kota setempat.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) kali ini terungkap perusahaan berpura-pura memberikan CSR (corporate social responsibility) perusahaan pada klub sepak bola daerah, yaitu Cilegon United Football Club. Dana itu dicatat sebagai dana sponsorship perusahaan, yaitu PT Brantas Abipraya (BA) dan PT Krakatau Industrial Estate.

Petinggi Transmart

Di tempat terpisah, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang, menuturkan, pihaknya akan mengusut keterlibatan petinggi Transmart dalam pusaran kasus dugaan suap Wali Kota Cilegon Banten, Tubagus Iman Ariyadi.

“Nanti kita dalami seperti apa kelanjutannya, penyidik akan menindaklanjuti sejauh apa peran setiap pihak yang disebut,” ujar Saut.

Saut mengatakan untuk mengusut kasus ini, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap para petinggi Transmart. Hal tersebut guna mengetahui alur dugaan suap dari PT KIEC dan PT BA terhadap Wali Kota Cilegon. “Ya (akan diperiksa).

Perlu waktu untuk mendalaminya (Transmart) lebih lanjut. Itu akan dilihat peran serta setiap orang,” jelas dia. (sat)

Baca Juga